Showing posts with label Kitab Keutamaan. Show all posts
Showing posts with label Kitab Keutamaan. Show all posts
Saturday, 11 July 2015
Bab: Nabi SAW. dan Minyak Samin yang Diberkati
( 1536 ) Diriwayatkan dari Jabir: Ummu Malik r.a. pernah menghadiahkan satu wadah minyak samin kepada Nabi SAW. Kemudian anak-anaknya datang meminta lauk-pauk kepadanya, sedangkan mereka tidak punya apa-apa. Lalu Ummu Malik pergi mengabil wadah minyak samin yang telah dihadiahkan kepada Nabi SAW. Ternyata, minyak samin itu masih ada di dalamnya dan dapat dimakan terus oleh keluarga di rumahnya. Setelah Umu Malik membersihkan minyak itu, dia pergi menghadap Nabi SAW. memberitahukannya. Lalu beliau bertanya, "Apakah kamu telah membersihkannya?" Jawabnya, "Ya." Sabda beliau, "Kalau kamu membiarkannya, tentu minyak samin itu tetap saja ada sampai saat ini. " (7: 60 - S.M.)
Wednesday, 8 October 2014
Bab: Nabi SAW. dan Susu yang Diberkati
( 1535 ) Diriwayatkan dari Miqsad r.a.: Aku bersama dua orang kawanku pernah kembali dari suatu perjalanan. Begitu beratnya perjalanan sehingga pendengaran dan penglihatan kami terasa hilang. Kemudian kami mendatangi beberapa sahabat Rasulullah SAW., tetapi tak seorang pun dari mereka yang mau menerima kami. Akhirnya, kami menghadap Nabi SAW., lalu beliau membawa kami mendatangi keluarga beliau. Di sana, terdapat tiga ekor kambing. Kemudian Nabi SAW. bersabda, "Perahlah susu ini untuk minum kita." Lalu kami memerahnya. Setelah itu, masing-masing dari kami meminum bagiannya, sedangkan bagian untuk Rasulullah SAW. kami berikan kepada beliau. Pada malam hari itu, beliau datang, kemudian memberi salam perlahan-lahan dengan suara rendah tidak membangunkan orang tidur, hanya cukup didengar orang yang jaga saja. Setelah itu, beliau menuju masjid mengerjakan shalat. Setelah shalat, beliau meminum susu bagiannya tersebut. Kemudian pada suatu malam, syaitan datang menggodaku, ketika itu aku sudah meminum susu bagianku. Lalu syaitan itu berkata, "Muhammad sedang mendatangi orang-orang Anshar, dan dia sedang dijamu mereka dan makan di sana. Oleh kerana itu, dia tidak memerlukan lagi minuman (susu) ini!" Lalu ku datangi minuman beliau itu, kemudian aku meminumnya. Setelah minuman itu masuk ke dalam perut ku, dan aku yakin bahawa tak dapat dikembalikan ketempatnya, syaitan kembali membuat ku menyesal, dia berkata, "Celakalah perbuatan mu itu, mengapa kamu minum minuman Muhammad? Bukankah setelah Muhammad datang, kemudian mahu meminumnya, dia tidak mendapatkannya, lalu dia akan melaknat mu sehingga kamu nanti bisa celaka? Maka dunia dan akhirat mu nanti akan musnah." Saat itu aku sedang memakai selimut (pendek), apabila ku selimutkan sampai pada kedua kaki, keluarlah kepala ku. Sebaliknya, apabila ku selimutkan sampai kepada kepala ku, keluarlah kedua kaki ku. Malam itu aku tidak bisa tidur, sedangkan kedua kawan ku tidur nyenyak dan mereka tidak berbuat seperti yang ku lakukan. Kemudian Nabi SAW. datang memberi salam sebagaimana biasanya, lalu beliau menuju masjid mengerjakan shalat. Setelah mengerjakan shalat, beliau mendatangi minumannya. Setelah dibukanya, ternyata minuman beliau tidak ada sama sekali, lalu beliau menengadahkan kepala ke langit. Kata ku, "Beliau pasti akan mendoakan laknat atas ku, niscaya aku bisa celaka." Akan tetapi, ternyata beliau mengucapkan, "Wahai Allah, berilah makan orang yang memberi ku makan, dan berilah minum orang yang memberi ku minum." Kemudian, ku ambil selimut ku itu lalu ku pakainya erat-erat. Setelah itu, aku mengambil sebilah pisau besar sambil pergi mendatangi kambing-kambing dan mencarinya yang gemuk untuk disembelih buat Rasulullah SAW. ternyata, kambing yang paling gemuk itu kambing perahan yang paling produktif, bahkan semuanya sama-sama produktif. Lalu aku pergi mencari pinggan mengkuk keluarga Muhammad yang biasa dibuat tempat makan dan susu perahan buat minum mereka. Setelah aku mendapatkannya, ku perahkan air susu ke dalamnya sampai penuh, memudian ku bawa kepada Rasulullah SAW. Beliau bersabda, "Sudahkah kalian meminum minuman malam ini?" Aku menjawab, "Wahai Rasulullah, minumlah!" Setelah meminumnya, beliau memberikannya kepada ku. Lalu aku mengatakan, "Wahai Rasulullah, minumlah" Lalu beliau meminumnya lagi. Setelah itu, beliau memberikannya kepada ku lagi. Setelah ku ketahui bahawa Nabi SAW. telah segar, dan aku telah mendapatkan bagian doa beliau tadi, aku tertawa gembira sampai terjatuh ke bumi. Tiba-tiba, Nabi SAW. bersabda memperingatkan aku, "Wahai Miqdad, kamu memalukan." Aku berkata kepada beliau, "Wahai Rasulullah ,perkara ku begini dan begini, dan ku lakukan begini dan begini," Kemudian Nabi SAW. bersabda, "Ini hanyalah rahmat Allah jua, mengapa kamu tidak memberitahukan kepada ku, lalu kita membangunkan kawan kita?" Kata ku, "Demi Zat Yang telah mengutus engkau dengan hak, aku tidak peduli apabila engkau telah mendapatkannya, dan aku bersama engkau telah mendapatkannya pula kepada orang yang telah mendapatkannya." (6: 128 - 129 - S.M.)
Monday, 29 September 2014
Bab: 4 - Mukjizat Nabi SAW. pada Makanan
( 1534 ) Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Abu Bakar r.a.: Penghuni Shuffah adalah orang-orang fakir, dan Rasulullah SAW. pernah bersabda, "Barang siapa mempunyai makanan yang cukup untuk dua orang, hendaklah menghabiskannya dengan tiga orang (maksudnya ditambah seorang lagi ahli shuffah). Barang siapa mempunyai makanan cukup untuk empat orang , hendaklah menghabiskannya dengan lima orang atau enam orang." Abu Bakar membawa tiga orang, Nabi SAW. membawa sepuluh orang, dan Abu Bakar membawa tiga orang, yaitu dia, aku, ayahku dan ibuku. Kata Utsman (perawi hadis ini dari Abdurrahman), "Aku tidak tahu, apakah Abdurrahman berkata, 'Juga isteriku dan pelayan di rumah kami dan rumah Abu Bakar."' Abu Bakar makan malam di rumah Nabi SAW., kemudian tinggal di sana sampai selesai shalat isyak. Setelah itu, dia baru pulang. Jadi, Abu Bakar tinggal di rumah Rasulullah SAW. sampai larut malam sehingga beliau mengantuk. Setibanya Abu Bakar di rumah, isterinya bertanya kepadanya, "Mengapa engkau terlambat menyertai tamu-tamu mu (ahli shuffah)?" Jawab Abu Bakar, "Apakah engkau belum memberi makan malam kepada mereka?" Jawabnya, "Mereka tidak mau makan sebelum engkau datang. Dan mereka telah dipersiapkan, tetapi mereka tetap tidak mau!" Lalu aku pergi bersembunyi (takut dimarahi Abu Bakar r.a.). Kemudian dia berkata, "Wahai anak tolol!" Dia terus memaki-maki ku, lalu dia berkata kepada tamu-tamunya, "Makanlah, sekalipun tidak memenuhi selera kalian!" Selanjutnya, Abu Bakar berkata, "Demi Allah, aku tidak akan memakannya selama-lamanya!" Demi Allah, setiap kali kami mengambil sesuap makanan itu, pasti dari bawahnya bertambah yang lebih banyak lagi dari sebelumnya hingga kami kenyang, sedang makanan itu bertambah banyak dari yang sebelumnya. Lalu Abu Bakar r.a. memerhatikannya, ternyata makanan itu tetap, bahkan lebih banyak dari semula. Oleh kerana itu, dia berkata kepada isterinya, "Wahai saudara perempuan Bani Firas, apa gerangan yang terjadi ini?" Jawab isterinya, "Tidak apa-apa. Demi kesayangan ku yang membuat aku gembira (Nabi SAW.), makanan itu sekarang lebih banyak dari sebelumnya tiga kali lipatnya." Kemudaian Abu Bakar memakan sebagiannya seraya berkata, "Sumpah ku itu hanya dari setan belaka." Kemudian dia memakannya sesuap, lalu membawanya kepada Rasulullah SAW. sehingga sisa makanan itu berada di sisi beliau pada pagi harinya. Kami mempunyai suatu perjanjian dengan kaum yang telah berlalu waktunya. Kemudian kami jadikan dua belas kelompok, masing-maksing mempunyai beberapa orang anggota yang tidak kami ketahui jumlahnya. Mereka semuanya dari makanan tersebut. (6: 130 - S.M.)
Monday, 19 May 2014
Bab: 3 - Mukjizat Nabi SAW. pada Makanan
( 1533 ) Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Abu Bakar r.a.: Kami sebanyak 130 orang pernah bersama Rasulullah SAW., lalu Nabi SAW. bertanya, "Adakah di antara kalian yang mempunyai sisa makanan?" Kemudian seorang laki-laki datang membawa makanan kurang lebih satu gantang. Lalu diadoninya makanan itu. Setelah itu, ada seorang laki-laki musyrik yang berperawakan tinggi sekali sedang menghalau kambing. Kemudian Nabi SAW. bertanya, "Akan dijualkan kambing itu atau akan dihibahkan?" Jawab orang itu, "Tidak, tetapi untuk dijual." Lalu Nabi SAW. membeli satu ekor kambingnya, kemudian menyembelihnya. Rasulullah SAW. menyuruh agar daging dan bagian dalamnya (hatinya) disatai. Demi Allah, sebanyak 130 orang itu masing-masing oleh Rasulullah SAW. diberi bagian sepotong-sepotong daging hati. Bagi yang hadir langsung saja diberikannya, sedangkan yang tidak hadir disimpannya. Kemudian kambing itu dijadikan dua hidangan, lalu kami memakannya dan kenyang semua, bahkan dalam kedua hidangan itu masih ada lebihnya sehingga saya membawanya pergi mengendarai unta. (6: 129 - 130 - S.M.)
Friday, 2 May 2014
Bab: 2 - Mukjizat Nabi SAW. pada Makanan
( 1532 ) Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah r.a.: Ketika menggali parit (Khandaq), aku melihat Rasulullah SAW. dalam keadaan lapar. Kemudian aku pergi menemui isteriku seraya bertanya, "Apakah kamu masih menyimpan suatu makanan? Aku melihat Rasulullah SAW. lapar sekali!" Lalu, dikeluarkanlah kepadaku sebuah wadah kulit berisi satu gantang gandum, dan kami mempunyai seekor anak kambing, lalu aku sembelih anak kambing itu dan isteriku yang menepung gandum. Kemudian kambing itu ku potong-potong dan ku masukkan ke dalam periuk. Setelah itu, aku pergi menghadap Rasulullah SAW., sedang isteriku berpesan kepadaku, "Kamu jangan mempermalukan aku kepada Rasulullah SAW. dan rombongan beliau (yaitu jangan mengajak orang banyak kerana persiapan hanya sedikit)." Setelah aku sampai kepada Rasulullah SAW., aku membisikkan kepada beliau maksud kami sekeluarga ini. Aku berkata, "Wahai Rasulullah, kami telah menyembelih anak kambing kami dan isteri saya telah menepung segantang gandum, maka sudilah kiranya engkau dapat hadir ke rumah bersama beberapa orang lainnya." Pada waktu itu, Rasulullah SAW. berteriak-teriak, "Wahai semua penggali parit (Khandaq), sesungguhnya, Jabir telah membuatkan makanan untuk menjamu kalian, marilah kita pergi bersama memenuhi undangannya segera!" Lalu Rasulullah SAW. bersabda, "Janganlah sekali-kali kamu menjerangkan periukmu lebih dahulu, dan adonannya pun jangan dimasuk sebelum aku datang." Sepulangku ke rumah, Rasulullah SAW. pun datang bersama rombongannya. Setelah aku menemui isteriku, dia marah-marah dan mencaci makiku (kerana membawa rombongan yang begitu banyak, sedangkan persediaan makanan hanya sedikit). Kemudian aku berkata, "Sudah kulakukan pesanmu itu kepadanya." Kemudian ku keluarkan adunan tepung itu, lalu beliau meludahinya dan mendoakan keberkahan. Setelah itu, beliau menuju ke periuk kami, lalu beliau meludahinya juga dan mendoakan keberkahan pula. Setelah itu, beliau bersabda, "panggilah seorang wanita juru masak untuk menyertaimu, dan ciduklah dari periuk mu tanpa diturunkan dari tungkunya." Jumlah rombongan itu sebanyak seribu orang. Demi Allah, mereka kenyang semua, bahkan bersisa sampai mereka biarkan dan pulang, sedangkan periuk kami masih saja penuh mendidih sebagaimana semula, dan adonan kami masih juga tetap dimasuk sebagaimana semula. (6: 117 - 118 - S.M.)
Tuesday, 14 January 2014
Bab: 1 - Mukjizat Nabi SAW. pada Makanan
( 1531 ) Diriwayatkan dari Jabir r.a.: Seorang laki-laki pernah mendatangi Nabi SAW. meminta makanan. Lalu beliau memberinya setengah wasak gandum (tiga puluh gantang/72,480 gram). Kemudian, orang itu masih saja memakan gandum itu bersama isteri dan tamunya hingga dia menakarnya. Lalu orang itu datang kembali kepada Nabi SAW. melaporkan kejadian itu. Beliau bersabda, "Andaikan kamu tidak menakarnya, pasti kamu masih makan dari gandum itu dan dapat memenuhi kebutuhanmu." (7: 60 - S.M.)
Bab: Mukjizat Nabi SAW. pada Mata Air
( 1530 ) Diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal r.a.: Ketika Perang Tabuk, kami pergi bersama Rasulullah SAW. Beliau melakukan shalat jama', yaitu melakukan shalat zuhur dan asar sekaligus (dalam satu waktu), shalat maghrib dan shalat isya juga sekaligus (dalam satu waktu). Kemudian, pada suatu hari, beliau melakukan shalat jama' ta'khir. Beliau pergi melakukan shalat jama' zuhur dan asar, kemudian pulang. Setelah itu, beliau pergi lagi dan melakukan shalat jama' maghrib dan isya, kemudian beliau bersabda, "Sesungguhnya kalian, insya Allah, besok akan sampai ke suatu mata air di Tabuk, dan kalian tidak akan sampai ke sana, kecuali setelah matahari meninggi. Barang siapa di antara kalian sampai ke mata air itu, janganlah menyentuhnya hingga aku sampai di mata air itu." Setelah kami sampai di mata air itu, ternyata dua orang laki-laki telah sampai lebih dahulu, sedangkan mata air itu kecil sekali, tak ubahnya seperti tali terompah saja. Lalu Rasulullah SAW. menanyakan kepada kedua orang itu, "Apakah kalian berdua telah menyentuh mata air itu?" Jawab mereka, "Ya." Kemudian dimarahilah kedua orang itu oleh Nabi SAW. dengan kata-kata secukupnya. Setelah itu, sahabat-sahabat menciduk mata air itu dengan tangan mereka sedikit-sedikit dalam sebuah tempat. Rasulullah SAW. mencuci kedua tangan dan wajah beliau di tempat air itu. Kemudian beliau menuangkan kembali air itu ke dalam mata air itu, lalu memancarlah mata air itu dengan air yang melimpah ruah sehingga orang dapat minum. Kemudian beliau bersabda, "Wahai Mu'adz, kalau kamu panjang umur, nanti kamu akan melihat tempat ini penuh dengan kebun-kebunan." (7: 60 - 61 - S.M.)
Sunday, 18 August 2013
Bab: Air Memancar dari Celah Jemari Nabi SAW.
( 1529 ) Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a.: Ketika Nabi SAW. bersama para sahabat beliau berada di Zaura' (sebuah tempat di Madinah dekat pasar dan masjid), beliau meminta satu gelas air . Lalu beliau meletakkan telapak tangannya ke dalamnya, maka memancarlah air dari celah jemari beliau sehingga semua sahabat berwudhu (dengannya). Kata Qatadah (perawi hadis ini), "Aku bertanya kepada Anas, 'Berapa orang yang berwudhu saat itu wahai Abu Hamzah (Anas bin Malik)?"' Jawabnya, "Mereka kurang lebih berjumlah tiga ratus orang." (7: 59 - S.M.)
Bab: Batu Memberi Salam kepada Nabi SAW.
( 1528 ) Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah r.a.: Rasulullah SAW. bersabda, "Sungguh, aku benar-benar mengenal sebuah batu di Makkah yang dahulu memberi salam kepadaku sebelum aku diutus menjadi Rasul. Sungguh, sekarang aku benar-benar mengenalnya." (7: 58 - 59 - S.M)
Bab: Nabi Muhammad SAW. Adalah Penutup para Nabi
( 1527 ) Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah SAW. bersabda, "Perumpamaanku dengan nabi-nabi sebelumku seperti seorang laki-laki membangun sebuah bangunan. Lalu bangunannya itu diperbagus dan diperindah, kecuali sebuah batu bata yang belum dipasang di salah satu sudutnya. Oleh kerana itu, orang-orang yang datang hilir mudik mengunjungnya dan mengaguminya berkata, 'Mengapa batu bata yang sebuah itu tidak dipasang saja?"' Selanjutnya, beliau bersabda, "Akulah sebuah bata itu, dan akulah penutup semua nabi." (7: 61 - 65 - S.M.)
Tuesday, 9 July 2013
Bab: 2 - Perumpamaan Petunjuk dan Ilmu Allah
( 1526 ) Diriwayatkan dari Abu Musa, dari Nabi SAW.: Beliau bersabda, "Perumpamaan ku dan perumpamaan agama yang ku bawa ialah seperti seorang yang mendatangi kaumnya, lalu dia berkata, 'Wahai kaum ku, sesungguhnya, aku telah melihat sendiri pasukan tentera dengan mata kepala ku sendiri, dan aku inilah satu-satunya orang yang memberi peringatan terbuka, maka berlindunglah untuk mencari keselamatan. 'Segolongan dari kaum itu adalah yang mematuhinya, mereka pergi pada malam hari sehingga selamat. Adapun segolongan lainnya mendustakannya, kemudian pasukan tentera tersebut datang menyerbu mereka sehingga mereka binasa. Itulah perumpamaan orang yang mematuhi ku dan mengikuti ajaran yang ku bawa, dan perumpamaan orang yang mendurhakai ku dan mendustakan ajaran yang hak yang ku bawa." (7: 63 - S.M.)
Bab: 1 - Perumpamaan Petunjuk dan Ilmu Allah
( 1525 ) Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy'ari r.a., dari Nabi SAW.: Beliau bersabda, "Perumpamaan petunjuk dan ilmu Allah yang ditugaskan kepada ku untuk menyampaikannya, seperti hujan yang jatuh ke bumi. Maka, sebagian bumi adalah tanah yang subur yang dapat menerima air sehingga dapat menumbuhkan berbagai rerumputan, ada pula tanah yang keras yang dapat menahan air sehingga Allah memberi manfaat kepada banyak orang. Mereka dapat minum, memberi minum (menyiram tanaman), dan dapat menggembala. Ada pula hujan itu jatuh ke tanah gersang yang tak dapat menahan air dan tak dapat menumbuhkan rerumputan. Yang pertama adalah perumpamaan orang yang mengerti agama Allah dan memanfaatkannya, lalu mengajarkannya setelah mengetahuinya. Yang kedua adalah perumpamaan orang yang tidak mengindahkannya dan tidak mahu menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus." (7: 63 - S.M.)
Bab: Nabi SAW. adalah Penghulu Anak Adam
( 1524 ) Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah SAW. bersabda, "Aku adalah penghulu anak Adam pada Hari Kiamat nanti, aku yang pertama-tama bangkit dari kubur, dan akulah yang pertama-tama memberi syafaat dan yang diterima syafaatnya." (7: 59 - S.M.)
Bab: Keutamaan Nabi SAW.
( 1523 ) Diriwayatkan dari Watsilah bin Asqa' r.a.: Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda, "Sesungguhnya, Allah 'Azza wa Jalla memilih Kinanah dari anak Ismail a.s., memilik Quraisy dari Kinanah, memilih Hasyim dari Quraisy, dan memilih ku dari Bani Hasyim." (7: 58 - S.M.)
Subscribe to:
Posts (Atom)