Showing posts with label Kitab Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Kitab Pertanian. Show all posts
Tuesday, 6 May 2014
Bab: Melarang Mempergunakan Sisa Air
( 980 ) Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah SAW. bersabda, "Janganlah kalian melarang mempergunakan sisa air yang dipergunakan untuk menyiram rerumputan (mereka yang tidak punya air)." (5: 34 - S.M.)[]
Bab: Menjual Sisa Air
( 979 ) Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah r.a.: Rasulullah SAW. melarang menjual sisa air. (5: 34 - S.M.)
Bab: Pahala Bercocok Tanam
( 978 ) Diriwayatkan dari Jabir r.a.: Rasulullah SAW. bersabda, "Siapa pun seorang Muslim yang menanam tanaman, setiap yang dimakan dari hasil tanamannya menjadi sedekah baginya, yang dicuri juga menjadi sedekah baginya, yang dimakan binatang liar menjadi sedekah baginya, yang dimakan burung menjadi sedekah baginya, dan yang diambil seseorang pun menjadi sedekah baginya." (5: 27 - S.M.)
Bab: Mengupah Perawat Tanaman dengan Hasilnya
( 977 ) Diriwayatkan dari Ibn Umar r.a.: Rasulullah SAW. pernah memberikan upah kepada penduduk Khaibar yang mengerjakan tanahnya dengan separuh pendapatan buah kebun beliau. Oleh kerana itu, setiap tahunnya beliau membagi-bagikan kepada isteri-isterinya sebanyak seratus wasak; delapan puluh wasak buah kurma dan dua puluh wasak gandum. Setelah Umar r.a. berkuasa, dia membagi-bagikan tanah Khaibar. 'Umar r.a. memberikan dua macam pilihan kepada isteri-isteri Nabi SAW., yaitu mereka boleh memilih antara mendapatkan bagian tanah dan air, ataukah mereka memilih jaminan hasil pangan beberapa wasak setiap tahunnya. Dalam ketentuan ini, pilihan mereka bermacam-macam, ada yang memilih mendapatkan bagian tanah dan air saja, dan ada pula yang memilih mendapatkan jaminan hasil pangan beberapa wasak setiap tahunnya. Adapun Aisyah dan Hafshah r.a. termasuk di antara mereka yang memilih tanah dan air. (5: 26 - S.M.)
Wednesday, 2 April 2014
Bab: Meminjamkan Tanah
( 976 ) Diriwayatkan dari Thawus bahawa dia biasa melakukan cara pertanian mukhabarah (menyerahkan tanah untuk digarap oleh seorang petani dengan mendapatkan hasil pertaniannya sebanya separuh atau sepertiga atau seperempatnya, sedangkan bibitnya dari pemiik tanah itu sendiri). 'Amr berkata, "Lalu saya mengatakan kepadanya, 'Wahai Aba Abdurrahman! Sebaiknya, tidakkah Anda tinggalkan saja cara mukhabarah ini? Kerana orang-orang mengatakan bahawa Nabi SAW. melarang sistem mukhabarah."' Dia menjawab, "Wahai Amr! Seseorang yang paling alim dari mereka, Ibn Abbas r.a., telah memberitahukan kepada saya bahawa Nabi SAW. tidak melarangnya, hanya saja, beliau bersabda, 'Seseorang di antara kamu yang meminjamkan tanahnya kepada saudaranya adalah lebih baik baginya daripada dia memungut imbalan tertentu darinya."' (5: 25 - S.M.)
Friday, 7 March 2014
Bab: Mengupah Petani
( 975 ) Diriwayatkan dari Abdullah bin Sa'ib r.a.: Kami pernah mengunjungi Abdullah bin Ma'qil, lalu kami menanyakan kepadanya tentang hukum pertanian. Kemudian dia berkata, "Tsabit menyatakan bahawa Rasulullah SAW. melarang muzara'ah (menyerahkan tanah untuk digarap oleh seorang petani dengan mendapatkan hasil pertanian sebanyak separuh atau sepertiga atau seperempatnya, sedangkan bibitnya dari petani itu sendiri), dan beliau memerintahkan mu'ajarah (memberi upah kepada petani)." 'Abdullah bin Ma'qil selanjutnya mengatakan, "Mu'ajarah hukumnya boleh." (5: 25 - S.M.)
Bab: 2 - Menyewakan Tanah
( 974 ) Diriwayatkan dari Hanzhalah bin Qais Al-Anshari: Saya pernah bertanya kepada Rafi bin Khadij r.a. tentang menyewa tanah dengan wang emas dan perak. Dia berkata, "Tidak apa-apa. Sesungguhnya, pada masa Rasulullah SAW. orang-orang biasa menyewakan tanah kepada orang yang mau menggarapnya (dengan pembabitan dirinya) dengan ketentuan bagi hasil: dari tanah subur di depan pengairan atau sebidang tertentu adalah bagian pemilik tanah itu sendiri, sedangkan sisanya adalah untuk penggarap tanah. Maka, terkadang bagian orang ini (penggarap) rosak dan bagian orang ini (pemilik tanah) subur, atau sebaliknya. Pada masa itu, hanya dengan cara demikianlah berlaku sistem penyewaan tanah. Oleh kerana itu, Rasulullah SAW. melarangnya. Adapun dengan jatah tertentu yang dapat dijamin, hukumnya boleh." (5: 24 - S.M.)
Sunday, 26 January 2014
Bab: 1 - Menyewakan Tanah
( 973 ) Diriwayatkan dari Rafi bin Khadij r.a.: Pada masa Rasulullah SAW. kami biasa menyewakan tanah dengan memungut sepertiga hasilnya atau seperempatnya atau dengan makanan tertentu. Kemudian salah seorang paman saya datang seraya berkata, "Rasulullah SAW. telah melarang kita untuk melakukan perkara yang mendatangkan manfaat kepada kita, sedangkan mematuhi Allah dan Rasul-Nya adalah hal yang lebih mendatangkan manfaat besar kepada kita. Beliau melarang kita menyewakan tanah dengan memungut sepertiga atau seperempat dari hasilnya atau dengan suatu makanan tertentu. Beliau memerintahkan kepada pemilik tanah tersebut agar menanaminya sendiri atau menyuruh orang lain menanaminya; beliau tidak menyukai penyewaan tanah dan sejenisnya." (5: 23 - S.M.)
Wednesday, 22 January 2014
Bab: Larangan Menyewakan Tanah
( 972 ) Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah r.a.: Nabi SAW. bersabda, "Barang siapa mempunyai tanah, tanamilah tanahnya atau suruhlah saudaranya menanaminya, janganlah dia menyewakannya." (5: 19 - S.M.)
Subscribe to:
Posts (Atom)