Showing posts with label Kitab Wasiat. Show all posts
Showing posts with label Kitab Wasiat. Show all posts
Wednesday, 28 May 2014
Bab: 2 - Seseorang yang Memberi Sesuatu kepada Orang Lain dengan Syarat
( 993 ) Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah r.a.: Rasulullah SAW. bersabda, "Simpanlah harta-harta kalian (baik-baik) dan janganlah kalian merusaknya. Sesungguhnya, orang yang memberikan sesuatu (rumah, tanah, atau unta) kepada seseorang, pemberian itu menjadi milik yang diberinya, baik dia hidup maupun mati, dan juga menjadi milik anak yang diberinya." (5: 68 - S.M.) []
Bab: 1 - Seseorang yang Memberi Sesuatu kepada Orang Lain dengan Syarat
( 992 ) Diriwayatkan dari Jabir r.a.: Rasulullah SAW. bersabda, "Siapa saja yang memberi sesuatu (rumah, tanah, atau unta) kepada seseorang untuk dia dan anaknya, lalu dia berkata, 'Saya berikan (rumah, tanah, atau unta) ini kepada Anda dan anak Anda, selagi salah seorang di antara kalian ada,' maka pemberian itu menjadi milik orang yang diberinya dan anaknya. Pemberian itu tidak dapat ditarik kembali oleh pemiliknya kerana dia sudah memberikan sesuatu yang hukum waris telah berlaki di dalamnya." (5: 67 - 68 - S.M.)
Monday, 26 May 2014
Bab: 2 - Pemberian kepada Anak Harus Adil
( 991 ) Diriwayatkan dari Nu'man bin Basyir: Ayah saya pernah pergi membawa saya menghadap Rasulullah SAW. lalu dia berkata, "Wahai Rasulullah, saksikanlah bahawa saya telah memberi Nu'man sebagian harta saya sekian dan sekian banyaknya." Kemudian beliau bertanya, "Apakah kamu telah memberikan kepada semua anakmu seperti yang telah kamu berikan kepada Nu'man?" Ayah saya menjawab, "Tidak." Beliau bersabda, "Persaksikanlah perkara ini kepada selainku!" Kemudian beliau bersabda lagi, "Senangkah kamu kalau mereka sama-sama berbakti kepadamu?" Ayah saya menjawab, "Ya, tentu saja." Beliau bersabda, "Kalau begitu, janganlah kamu lakukan hal itu!" (5: 66 - 67 - S.M.)
Bab: 1 - Pemberian kepada Anak Harus Adil
( 990 ) Diriwayatkan dari Numan bin Basyir r.a.: Ayah saya pernah memberikan sedekah dari sebagian hartanya kepada saya. Lalu ibu saya, Amrah binti Rawahah, berkata, "Saya tidak rela sebelum engkau mempersaksikannya kepada Rasulullah SAW." Kemudian berangkatlah ayah saya bersama saya kepada Nabi SAW. untuk mempersaksikan sedekah itu kepada beliau. Kemudian Rasulullah SAW. bertanya, "Apakah yang demikian itu kamu lakukan juga kepada semua anakmu?" Ayah saya menjawab, "Tidak." Beliau bersabda, "Takutlah kepada Allah, dan berbuat adillah kepada anak-anakmu!" Kemudian pulanglah ayah saya dan dia menarik sedekah itu kembali. (5: 65 - 66 - S.M.)
Sunday, 25 May 2014
Bab: 2 - Dilarang Menarik Kembali Sedekah
( 989 ) Diriwayatkan dari Ibn Abbas r.a., dari Rasulullah SAW.: Beliau bersabda, "Orang yang menarik kembali pemberiannya, seperti anjing yang muntah, lalu ia menjilati muntahnya." (5: 64 - 65 - S.M.)
Bab: 1 - Dilarang Menarik Kembali Sedekah
( 988 ) Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab r.a.: Saya pernah menyumbangkan satu ekor kuda yang sangat berharga untuk sabililah, kemudian kuda itu disia-siakan oleh penerimanya. Saya kira dia mau menjualnya dengan harga murah. Lalu saya bertanya kepada Rasulullah SAW. tentang hal itu, maka beliau bersabda, "Janganlah kamu membelinya, dan jangan pula kamu menarik kembali sedekahmu kerana orang yang menarik kembali sedekahnya, seperti anjing yang muntah, lalu ia menjilati muntahannya." (5: 63 - S.M.)
Bab: Wasiat Pengusiran Orang-Orang Musyrik dari Jazirah Arab dan Memuliakan Delegasi
( 987 ) Diriwayatkan dari Said bin Jubair: Ibn Abbas r.a. berkata, "Hari Khamis, apakah hari Khamis itu?" Kemudian dia menangis sehingga air matanya bercucuran membasahi kerikil. Lalu saya bertanya kepadanya, "Wahai Ibn Abbas, apakah hari Khamis itu?" Dia menjawab, "Yaitu pada hari Rasulullah SAW. sakit keras, lalu beliau bersabda, 'Berilah saya (kertas dan pena)! Saya akan mencatatkan untuk kalian surat (wasiat) agar sepeninggal saya nanti kamu tidak akan tersesat.' Kemudian mereka bertengkar, yang sebenarnya sangat tidak pantas bertengkar di sisi Nabi. Selanjutnya, mereka berkata, 'Apakah beliau mengigau meracau? Perhatikanlah beliau!' beliau bersabda, 'Tinggalkanlah saya, apa yang ada pada saya adalah lebih baik (daripada yang kamu katakan)! Aku wasiatkan kepada kalian tiga perkara, yaitu usirlah orang-orang musyrik dari jazirah Arab, muliakanlah delegasi sebagai mana saya biasa memuliakan mereka (walaupun mereka itu orang-orang kafir)."' Dia berkata, "Perawi itu diam untuk wasiat ketiganya atau dia mengatakan, 'Saya lupa (wasiat yang ketiga)."' (5: 75 - S.M.)
Friday, 16 May 2014
Bab: 3 - Wasiat Nabi SAW. Adalah Kitabullah
( 986 ) Diriwayatkan dari Aswad bin Yazid: Orang-orang pernah menyebutkan di dekat Aisyah r.a. bahawa 'Ali r.a. adalah washiyy (mendapatkan wasiat dari Nabi SAW. untuk menjadi khalifah beliau). Kemudian Aisyah berkata, "Kapan Rasulullah SAW. berwasiat kepadanya? Sungguh, beliau bersandar ke dadaku ketika sakit, lalu beliau meminta sebuah baskom. Setelah itu, beliau rebah di sebuah baskom. Setelah itu, beliau rebah di pangkuanku, dan tanpa terasa, beliau sudah wafat. Oleh kerana itu, kapankah beliau sempat berwasiat kepadanya?" (5: 75 - S.M.)
Bab: 2 - Wasiat Nabi SAW. Adalah Kitabullah
( 984 ) Diriwayatkan dari Aisyah r.a.: Rasulullah SAW, tidak meninggalkan satu dinar dan satu dirham pun, tidak pula satu ekor kambing, dan tidak pula satu ekor unta (sebagai harta peninggalan), dan beliau tidak pula berwasiat apa-apa (tentang kepemimpinan kepada seseorang). (5: 75 - S.M.)
Bab: 1 - Wasiat Nabi SAW. Adalah Kitabullah
( 984 ) Diriwayatkan dari Thalhah bin Musharrif: Saya pernah bertanya kepada Abdullah bin Abi Aufa r.a., "Pernahkah Rasulullah SAW. berwasiat?" Dia menjawab, "Tidak pernah." Saya bertanya lagi, "Kalau demikian, mengapa orang-orang Islam diwajibkan berwasiat, atau mengapa mereka diperintahkan untuk berwasiat?" Dia menjawab, "Beliau berwasiat (kepada kaum Muslim) untuk berpegang teguh pada Kitabullah 'Azza wa Jalla." (5: 74 - S.M.)
Monday, 17 March 2014
Bab: 2 - Wasiat Tidak Boleh Melebihi Sepertiga
( 983 ) Diriwayatkan dari Ibn 'Abbas r.a.: Alangkah baiknya kalau orang-orang dapat mengurangi wasiat dari sepertiga menjadi seperempat saja! Sebab Rasulullah SAW. bersabda, "Sepertiga, dan sepertiga itu sudah banyak." (5: 73 - S.M.)
Friday, 7 March 2014
Bab: 1 - Wasiat Tidak Boleh Melebihi Sepertiga
( 982 ) Diriwayatkan dari Sa'd bin Abi Waqqash r.a.: Rasulullah SAW. pernah menjenguk saya waktu Haji Wada' kerana sakit keras yang saya alami sampai hampir saja saya meninggal. Lalu saya berkata kepada beliau, "Wahai Rasulullah, saya sedang sakit keras sebagaimana engkau sendiri melihatnya, sedangkan saya mempunyai banyak harta dan tidak ada yang mewarisi saya, kecuali anak perempuan saya satu-satunya. Bolehkah saya menyedekahkan sebanyak dua pertiga harta saya?" Beliau menjawab, "Tidak." Saya mengatakan lagi, "Bolehkan saya menyedekahkan sebanyak separuh dari harta kekayaan saya?" Beliau menjawab, "Tidak, sepertiganya saja (yang boleh kamu sedekahkan), sedangkan sepertiga itu sudah banyak. Sesungguhnya, kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya adalah lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan miskin, menengadahkan tangan meminta-minta kepada orang banyak. Apa pun yang kamu nafkahkan kerana mencari ridha Allah, kamu mendapatkan pahala kerananya, bahkan (termasuk juga) satu suap makanan yang kamu suapkan ke mulut isterimu." Saya berkata, "Wahai Rasulullah, saya tertinggal oleh sahabat-sahabat saya (yang telah mati syahid)." Beliau bersabda, "Sungguh, kamu tidak akan tertinggal kerana berbuat kebaikan semata-mata mengharapkan ridha Allah, bahkan akan menambah derajatmu dan menaikkan pangkatmu. Mudah-mudahan kamu tetap tinggal di sini dan panajang umur sehingga dapat berguna bagi suatu kaum (orang-orang Islam) dan membahayakan bagi kaum lain (orang-orang kafir). Wahai Allah, lanjutkanlah sahabat-sahabatku berhijrah, dan janganlah Engkau biarkan mereka mundur." Akan tetapi, sayang, Sa'd bin Khaulah (wafat sehingga tak dapat kembali ke Madinah). Rasulullah SAW. menangisinya kerana dia wafat di Makkah. (5: 71 - S.M.)
Thursday, 19 September 2013
Bab: Anjuran Berwasiat
( 981 ) Diriwayatkan dari Salim, dari Ibn Umar r.a. bahawa dia mendengar Rasulullah SAW. bersabda, "Tidaklah pantas seorang Muslim yang mempunyai sesuatu yang akan diwasiatkan, lalu dia tinggal sampai tiga malam, kecuali wasiatnya itu telah tertulis padanya." Abdullah bin Umar r.a. berkata, "Sejak saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda demikian, tidak ada satu malam pun berlalu, kecuali saya telah menuliskan wasiat saya." (5: 70 - S.M.)
Subscribe to:
Posts (Atom)