Showing posts with label Kitab Nazar. Show all posts
Showing posts with label Kitab Nazar. Show all posts
Sunday, 18 May 2014
Bab: Tebusan Nazar
( 1009 ) Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir r.a., dari Rasulullah SAW.: Beliau bersabda, "Tebusan nazar adalah seperti tebusan sumpah." (5: 80 - S.M.)[]
Bab: Seseorang Tidak Boleh Memenuhi Nazar yang di Dalamnya Mengandung Kemaksiatan dan Bukan Merupakan Miliknya
( 1008 ) Diriwayatkan dari Imran bin Hushain r.a: Dahulunya suku Tsaqif adalah sekutu suku Uqail. Lalu Tsaqif menahan dua orang laki-laki sahabat Rasulullah SAW., sedangkan sahabat-sahabat rasulullah SAW. menawan seorang laki-laki dari suku Uqail beserta seekor untanya, Adhba 1. Lalu Rasulullah SAW. mendatangi tawanan itu, sedangkan orang itu diikat. Orang itu berkata, "Wahai Muhammad!" Kemudian beliau mendatanginya seraya bertanya, "Apa maumu?" Orang itu berkata, "Mengapa engkau menangkap saya dan unta saya?" Beliau bersabda, "Aku menawanmu kerana pelanggaran sekutumu, Tsaqif." Setelah itu, beliau meninggalkannya, kemudian orang itu memanggil beliau lagi seraya berkata, "Wahai Rasulullah! Wahai Muhammad!" Rasulullah SAW. adalah seorang yang sangat penyayang dan berhati lembut, lalu beliau kembali mendatanginya seraya bertanya, "Apa maumu?" Orang itu berkata, "Saya masuk Islam." Beliau bersabda, "Kalau yang kamu katakan itu sewaktu kamu berkuasa atas perkaramu (sebelum kamu menjadi tawananku ini), kamu benar-benar beruntung." Kemudian beliau pergi meninggalkannya, lalu orang itu memanggil beliau lagi, "Wahai Muhammad! Wahai Muhammad!" Kemudian beliau mendatanginya lagi seraya bertanya, "Apa maumu?" Orang itu berkata, "Sesungguhnya, saya lapar, berilah saya makan! Dan saya juga haus, berilah saya minum!" Beliau menjawab, "Inilah keperluanmu." Lalu orang ini diterbus dengan dua orang laki-oaki (Muslim) yang ditawan suku Tsaqif. Seorang perempuan Anshar juga tertawan besarta seekor unta Adhba. Perempuan itu dalam ikatan, sedangkan orang-orang membiarkan ternak-ternaknya tetap di depan rumah. Pada suatu malam, perempuan itu dapat melepaskan ikatannya, lalu dia mendatangi unta demi unta. Lalu unta itu didekatinya. Kalau unta itu bersuara, ditinggalkannya unta itu. Begitulah perempuan itu melakukannya sampai akhirnya mendekati unta 'Adhba ternyata unta itu tidak bersuara setelah didekatinya. Adhba ialah seekor unta peliharaan terlatih. Lalu perempuan itu duduk di punggung unta tersebut, kemudian mengherdinya dan terus pergi. Setelah dia pergi dan mereka mengetahuinya, mereka mencari perempuan itu dan mengejarnya, tetapi sia-sia belaka kerana mereka tidak mempu mengejarnya. Perempuan ini bernazar kepada Allah 'Azza wa Jalla, yaitu jika Allah menyelamatkannya dalam mengendarai unta, unta tersebut akan disembelihnya Setelah dia sampai di Madinah, orang-orang melihatnya. Lalu mereka berkata, "Itulah unta Adhba unta Rasulullah SAW." Kemudian dia berkata bahawa jika Allah menyelamatkannya dalam mengendarai unta itu, unta itu akan disembelihnya. Kemudian orang-orang berdatangan menemui Rasulullah SAW., mereka memberitahukan nazar perempuan tadi. Lalu Rasulullah SAW. bersabda, "Subhanallah (Mahasuci Allah), jelek sekali pembalasan perempuan itu kepada untanya. Dia bernazar kalau Allah menyelamatkannya dalam mengendarai unta tersebut, dia kan menyembelinya! Tidak boleh suatu nazar dilaksanakan dalam perkara maksiat, dan tidak boleh nazar dilaksanakan untuk sesutu yang bukan miliknya." (5: 78 - S.M.)
________________
1 Tsaqif dan Uqail adalah dua suku yang bersekutu untuk sama-sama mempertahankan suku mereka bersama, dengan cara saling membantu jika ada musuh menyerang salah satu dari kedua suku ini. Kedua suku ini sama-sama mempunyai perjanjian dengan Nabi SAW., lalu Tsaqif melanggar perjanjian tersebut dengan menawan dua orang sahabat Nabi SAW.
________________
1 Tsaqif dan Uqail adalah dua suku yang bersekutu untuk sama-sama mempertahankan suku mereka bersama, dengan cara saling membantu jika ada musuh menyerang salah satu dari kedua suku ini. Kedua suku ini sama-sama mempunyai perjanjian dengan Nabi SAW., lalu Tsaqif melanggar perjanjian tersebut dengan menawan dua orang sahabat Nabi SAW.
Tuesday, 24 December 2013
Bab: 2 - Larangan Nazar dan Sesungguhnya Ia Tidak Dapat Menolak Takdir
( 1007 ) Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi SAW.: Beliau bersabda, "Sesungguhnya, nazar tidak dapat mendekatkan seseorang kepada sesuatu yang tidak ditakdirkan oleh Allah, tetapi nazar itu bertepatan dengan takdir. Kemudian dengan nazar itulah orang bakhil mengeluarkan sesuatu yang sebelumnya dia tidak berniat untuk mengeluarkannya (mengeluarkan hartanya)." (5: 77 - 78 - S.M.)
Sunday, 22 December 2013
Bab: 1 - Larangan Nazar dan Sesungguhnya Ia Tidak Dapat Menolak Takdir
( 1006 ) Diriwayatkan dari Ibn 'Umar r.a., dari Nabi SAW.: Beliau melarang nazar, beliau bersabda, "Sesungguhnya, nazar itu tidak membawa kebaikan, tetapi nazar hanya mengeluarkan harta dari orang yang bakhil." (5: 77 - S.M.)
Bab: 2 - Nazar Berjalan Kaki ke Kaabah
( 1005 ) Diriwayatkan dari Anas r.a.: Nabi SAW. pernah melihat seorang laki-laki tua yang sedang dipapah oleh kedua anaknya. Kemudian beliau bertanya, "Mengapa orang tua ini (dipapah)? Para sahabat menjawab, "Dia bernazar untuk (Melakukan haji dengan) berjalan kaki." Beliau bersabda, "Sesungguhnya, Allah 'Azza wa Jalla tidak memerlukan seseorang menyiksa dirinya sendiri seperti orang tua ini." kemudian beliau memerintahkan orang tua tersebut untuk berkendaraan (menunggang unta). (5: 79 - S.M.)
Bab: 1 - Nazar Berjalan Kaki ke Kaabah
( 1004 ) Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir r.a.: Saudara perempuan saya pernah bernazar untuk pergi ke Baitullah dengan berjalan kaki tanpa beralas kaki. Lalu dia menyuruh saya untuk memohon fatwa kepada beliau, kemudian beliau bersabda, "Hendaklah dia (melaksanakan nazarnya dengan) berjalan kaki dan juga berkendaraan." (5: 79 - S.M.)
Saturday, 21 December 2013
Bab: Perintah Menunaikan Nazar
( 1003 ) Diriwayatkan dari Ibn Abbas r.a.: Sa'd bin Ubadah pernah memohon fatwa kepada Rasulullah SAW. tentang ibunya yang wafat sebelum melaksanakan nazarnya. Kemudian Rasulullah SAW. bersabda, "Penuhilah nazar untuknya!" (5: 76 - S.M.)
Bab: Nazar Harus Dipenuhi dalam Hal Ketaatan kepada Allah
( 1002 ) Diriwayatkan dari Ibn 'Umar r.a.: Umar bin KHaththab r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah SAW. di Ji'ranah sepulangnya dari Thaif. Dia (Umar) Berkata, "Wahai Rasulullah, saya pernah bernazar pada masa jahiliah untuk beriktikaf sehari di Masjidil Haram, bagaimanakah menurutmu?" Beliau menjawab, "Pergilah beriktikaf sehari!" Waktu itu Rasulullah SAW. telah memberikan bagian kepada 'Umar seorang sahaya perempuan dari seperlima harta rampasan perang. Ketika Rasulullah SAW. memerdekakan tawanan-tawanan perang (para sahaya), Umar bin Khaththab r.a. mendengar suara mereka yang mengatakan, "Rasulullah SAW. telah memerdekakan kami." Lalu Umar berkata, "Ada apa ini?" Mereka menjawab, Rasulullah SAW. telah memerdekakan tawanan-tawanan perang (para sahaya)!" Kemudian 'Umar berkata, "Wahai Abdullah, pergilah kepada sahaya perempuan itu, lalu merdekakanlah dia!" (5: 89 - S.M.)
Subscribe to:
Posts (Atom)