Thursday, 26 December 2013
Bab: 3 - Manusia Celaka dan Manusia Bahagia
( 1849 ) Diriwayatkan dari 'Amir bin Wa'tsilah: Dia mendengar Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata, "Orang celaka ialah orang yang celaka sejak dalam kandungan perut ibunya, dan orang bahagia ialah orang yang diberi peringatan lain." Lalu Amir pergi menghadap salah seorang sahabat Rasulullah SAW. yang bernama Hudzaifah bin Asid Al-Ghiffari, lalu dia menceritakan ucapan Ibn Mas'ud itu kepadanya seraya berkata, "Bagaimana seseorang dapat celaka tanpa amal?" Hudzaifah berkata kepadanya, "Apakah kamu hairan tentang hal itu? Sesungguhnya, aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda, 'Apabila air nutfah telah berlalu selama 42 malam (di dalam rahim), Allah mengutus malaikat kepadanya. Lalu dibentuklah dia dan diciptakan pendengarannya, penglihatannya, kulitnya, dagingnya dan tulang belulangnya. Kemudian malaikat berkata, 'Wahai Tuhanku, laki-laki atau perempuankah dia?' Lalu, Tuhanmu menentukan menurut kehendak-Nya, sedangkan malaikat itu mencatatnya. Kemudian malaikat itu berkata lagi, 'Wahai Tuhanku, bagaimana ajalnya?' Lalu, dikatakanlah oleh Tuhanmu sekehendak-Nya, sedangkan malaikat itu mencatatnya. Kemudian malaikat itu berkata lagi, 'Wahai Tuhanku, bagaimana rezekinya?' Lalu, ditentukanlah oleh Tuhanmu sekehendak-Nya, sedangkan malaikat itu mencatatnya. Kemudian malaikat itu keluar membawa lembaran bukunya, tidak ditambah dan tidak dikuranginya."' Dalam suatu riwayat ada tambahan, "Sempurna atau tidakkah (cacatkah) dia?" Lalu, Allah menjadikannya makhluk yang sempurna atau tidak sempurna (cacat). (8: 54 - S.M.)