Wednesday, 25 December 2013
Bab: Ketentuan Umur dan Rezeki
( 1846 ) Diriwayatkan dari 'Abdullah bin Mas'ud: Ummu Habibah pernah berdoa, "Wahai Allah, panjangkanlah usiaku dalam bersenang-senang bersama suamiku, Rasulullah SAW.; bersama ayahku, Abu Sufyan; dan saudaraku, Mu'awiyah." Rasulullah SAW. bersabda kepadanya, "Kamu memohon kepada Allah 'Azza wa Jalla umur-umur yang telah ditetapkan-Nya dengan pasti, umur-umur yang berjalan menurut takdirnya (baik dan buruknya), dan rezeki-rezeki yang telah dibagi-bagi, tak dapat dipercepat sebelum tiba waktunya, dan tak dapat diperlambat sedikit pun dari waktu yang telah ditetapkan. Seandainya kamu memohon kepada Allah agar diselamatkan dari siksa api neraka dan siksa kubur, tentu hal itu lebih baik bagimu." Lalu ada seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah, apakah kera dan babi itu dari umat yang diubah rupanya?" Nabi SAW. bersabda, "Sesungguhnya, Allah tidak membinasakan suatu kaum, atau memberi azab kepada suatu kaum, sampai turun-temurun. Sesungguhnya, kera dan babi itu sudah ada sebelum itu." (8: 56 - S.M.)