( 1843 ) Diriwayatkan dari Abu Aswad Al-Du'ali: Imran bin Hushain r.a. pernah berkata kepadaku, "Bagaimanakah pendapatmu tentang amal perbuatan manusia dan hasil usaha mereka sekarang (baik urusan dunia maupun urusan akhirat)? Apakah semua itu menurut ketentuan yang telah ditakdirkan kepada mereka pada masa dahulu, ataukah menurut ketentuan yang akan datang sesuai dengan ajaran Nabi SAW. kepada mereka, dan mereka dikenakan hujah atasnya?" Aku menjawab, "Semua itu menurut ketentuan Allah yang telah ditetapkan kepada mereka pada masa lalu." Kata Imran, "Bukankah yang demikian itu Allah berlaku zalim kepada hamba-hamba-Nya?" Terperanjatlah aku seketika kerana pertanyaan itu, lalu aku berkata, "Segala sesuatu itu ciptaan Allah dan berada dalam kekuasaan-Nya. Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai.4 Lalu Imran berkata kepadaku, "Semoga Allah menyayangimu. Sebenarnya, aku bertanya kepadamu hanya hendak menguji akalmu. Sesungguhnya, dua orang laki-laki dari suku Muzainah pernah datang menghadap Rasulullah SAW., lalu keduanya bertanya, 'Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat engkau tentang amal perbuatan manusia dan hasil usaha mereka sekarang (baik urusan dunia maupun urusan akhirat mereka), apakah semua itu menurut ketentuan yang telah ditakdirkan kepada mereka pada masa dahulu, ataukah menurut ketentuan yang akan datang sesuai dengan ajaran Nabi SAW. kepada mereka, dan mereka dikenakan hujah atasnya?' Beliau menjawab, "Tidak, tetapi semua itu menurut ketentuan Allah yang telah ditetapkan kepada mereka pada masa dahulu. Yang demikian itu dibenarkan dalam Kitabullah, Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya."'5 (8: 48 - 49 - S.M.)
________
4 - QS Al-Anbiya' (21): 23
5 - QS Al-Syams (91): 7 - 8