( 1844 ) Diriwayatkan dari Ali k.w.: Kami pernah menghantarkan jenazah ke perkuburan Baqi Al-Gharqad. Rasulullah SAW. mendatangi kami, kemudian duduk, dan kami pun duduk dikelilingi beliau. Beliau memegang sebuah tongkat pendek. Sambil menunduk, beliau menggores-goreskannya ke bumi seraya bersabda, "Siapa pun di antara kamu, tiap-tiap jiwa sudah ditentukan tempatnya, di syurga atau di neraka, apakah dia termaktub sebagai seorang yang celaka ataukah seorang yang bahagia." Kata Ali, "Seorang laki-laki berkata, 'Wahai Rasulullah, tidakkah sebaiknya kita menerima saja suratan takdir yang telah ditentukan kepada kita tanpa kita beramal?"' Beliau menjawab, "Orang yang telah ditakdirkan menjadi orang bahagia, dia akan melakukan perbuatan orang-orang yang berbahagia, dan orang yang telah ditakdirkan menjadi orang celaka, dia akan melakukan perbuatan orang-orang yang celaka." Selanjutnya beliau bersabda, "Beramallah kalian, maka semua itu akan dipermudah jalannya. Adapun orang yang ditakdirkan berbahagia, maka akan dipermudah untuk melakukan amal perbuatan orang-orang yang berbahagia Adapun orang yang ditakdirkan menjadi orang-orang celaka, mereka akan dipermudah untuk melakukan amal perbuatan orang-orang yang celaka." Kemudian beliau membaca ayat, Adapun orang yang memberikan (hartannya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Adapun orang yang bakhil dan dirinya merasa cukup serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sulit.6 (8: 46 - 47 - S.M.)
__________
6 - QS Al-Lail (92): 5 - 10.